Salut Untuk Angkasa Pura Yang Gagalkan Penyelundupan Tiga Ton Emas

emas selundupanNEFOSNEWS, Jakarta – Pemilik material emas seberat 3 ton yang diselundupkan menggunakan pesawat TNI-AL, masih misterius. PT Gemala Borneo Utama (GBU) membantah emas itu milik mereka.

“Material yang digagalkan pengirimannya oleh PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon, dan saat ini ditahan Polres Ambon, bukan milik GBU,” kata General Manajer Country PT GBU, Yusdi Sangadji, seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/7/14).

Sebelumnya dikabarkan petugas PT (Persero) Angkasa Pura (AP) I di Bandara Pattimura berhasil menggagalkan penyelundupan emas setengah jadi seberat 3 ton. Semula emas itu disamarkan dengan logam biasa. Dikemas dalam karung plastik putih dan dituliskan sejumlah nomor kode serta berat karung yang bervariasi antara 13,80 kg hingga 16,40 kg.

Material yang terbungkus rapih dalam karung ini diangkut dengan pesawat jenis Nomad milik TNI-AL dari bandara Kisar (Maluku Barat Daya – MBD) dan masuk Bandara Internasional Pattimura Ambon.

Emas-emas tersebut diangkut oleh pesawat jenis Nomed milik TNI-AL dari Bandara Kisar (MBD) dan dibawa masuk ke Bandara Pattimura, Ambon, pada 28 Juni lalu. Rencananya, barang selundupan ini akan dikirim ke Jakarta. Namun alamat pengirim, maupun penerima di Jakarta tidak jelas. Hanya tertera alamat tujuan kepada Bapak Budi Handoko.

Manajemen PT GBU mengaku sempat ditelepon petugas kargo Bandara Pattimura. Kemudian perusahaan itu mengkonfimasi bahwa barang tersebut bukan milik mereka.
Yusdi menjelaskan, sampel logam yang ingin dikirim dari Pulau Romang, kabupaten MBD menuju Kota Ambon menggunakan kapal laut, bukan pesawat milik TNI-AL.

“Jadi silahkan saja aparat Polres Ambon menyelidikinya dan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku karena barang tersebut bukan milik kami karena alamat pengirim maupun tujuannya tidak jelas,” tegas Yusdi.

Yusdi bahkan menantang awak media maupun aparat kepolisian untuk melihat sampel material hasil pengeboran (drilling) yang dilakukan GBU di Pulau Romang. Jadi tidak ada kecurigaan terhadap aktivitas perusahaan mereka. (anila/ dpy)

http://nefosnews.com/post/ekbis/penyelundupan-3-ton-emas-siapa-pemiliknya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s