Huzrin Hood Orang Melayu atau Jawa?

Oleh: PM Sitohang 

Baru baru ini masyarakat Melayu di Kepulauan Riau sempat heboh karena rencana pelantikan Huzrin Hood sebagai Ketua Forum Silaturahmi Masyarakat Keraton Nusantara Provinsi Kepulauan Riau. Rencana tersebut sedianya dilakukan di Mesjid Sultan Riau di Pulau Penyengat Tanjungpinang. Konon zuriat Raja-raja dan Sultan Riau Lingga dan Johor menolak pelantikan tersebut diselenggarakan di Pulau Penyengat. Selidik punya selidik ternyata para keturunan raja-raja dan Sultan Riau Lingga, Johor dan Pahang tersebut merasa Huzrin Hood tidak pantas mewakili masyarakat keraton yang ada di Riau karena dia bukan orang Melayu tetapi orang Jawa. Nah lho…

masjid-sultan-riau-penyengat.jpg

Kenapa demikian? Para keturunan raja-raja dan Sultan Riau Johor dan Pahang tersebut menunjuk posisi Huzrin Hood saat ini sebagai Ketua Pengurus paguyuban masyarakat Jawa “Among Mitro” tingkat provinsi Kepulauan Riau. Para keturunan raja-raja dan sultan Riau, Johor dan Pahang tersebut merasa seharusnya merekalah dan bukan Huzrin Hood yang pantas menjadi ketua Forum Silaturahmi Masyarakat Keraton Nusantara di provinsi Kepulauan Riau.

Setelah sempat bersitegang karena pihak Huzrin Hood, yang merupakan mantan Bupati Bintan yang menjadi tokoh sentral perjuangan pembentukan provinsi Kepulauan Riau itu, merasa sudah memiliki ijin dari pemerintah provinsi Kepulauan Riau selaku pengelola Masjid Sultan Penyengat. Dan undangan kepada seluruh tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah termasuk para anggota FSMKN dari seluruh Indonesia pun sudah disebar. Tetapi para anggota zuriat yang tinggal di Pulau Penyengat dan sekitar kota Tanjungpinang bersikukuh tidak berkenan mengizinkan acara tersebut diselenggarakan di pulau bekas pusat kerajaan Riau Lingga tersebut. Penolakan ini diperkuat dengan pernyataan Ketua Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Abdul Razak yang menyatakan tidak menjamin keamanan dan ketertiban jika acara tersebut tetap diadakan di Pulau Penyengat.

Akhirnya Huzrin Hood mengalah dan memindahkan tempat acara pelantikan tersebut ke sebuah hotel di Batam. Huzrin Hood juga membela diri bahwa dirinya diangkat menjadi Ketua FSMKN Kepulauan Riau atas restu zuriat Sultan Riau Lingga yang berkedudukan di Lingga. Dan dia menyatakan bahwa tujuannya menerima jabatan tersebut adalah untuk menegakkan marwah budaya Melayu dari gerusan arus zaman.

Kalau bagi sebagian orang masih perlu mempertanyakan kemelayuan Huzrin Hood hanya karena dia sekarang merupakan ketua paguyuban Among Mitro ini menunjukkan dua hal:

Pertama, jati diri Melayu memang sesuatu yang sangat bernilai baik secara kultural, ekonomi maupun politik saat ini. Kedua, ini juga bisa menunjukkan identitas Melayu itu sendiri memang tidak jelas. Sebelum ini tidak ada yang pernah mempertanyakan kemelayuan seorang Huzrin Hood. Dia lahir dan besar di Pulau Kundur Karimun dan hanya berbicara bahasa Melayu, berpakaian busana Melayu,  beragama Islam sehingga Huzrin merasa diri orang Melayu tulen.

Abdul Razak sendiri pada suatu saat di depan pengadilan sengketa anggota DPD RI asal Kepulauan Riau Hendry Frankim dengan Walikota Suryatati A. Manan beberapa waktu lalu  pernah memberi kesaksian bahwa seorang dianggap Melayu jika dia berbahasa Melayu, berpakaian Melayu dan beragama Islam…

Nah kalau begitu pertanyaannya apakah masih pantas mempertanyakan kemelayuan Huzrin Hood hanya karena dia didaulat orang Jawa menjadi ketua paguyuban masyarakat Jawa?

Advertisements

25 thoughts on “Huzrin Hood Orang Melayu atau Jawa?

  1. bambang suhartono

    nggak ada yang salah sebenarnya, mau didaulat apa aja dan itu bisa diterima ya nggak maslah. kalau semua jabatan yang disandang and kemudian baru bisa merubah nasib bangsa ini atau paling tidak rakyat di kepulauan ini, nah itu baru masalah namanya…masalah apa? masalahnya dia bisa diandalkan

    Reply
  2. Haji Othman

    Sebagai warisan Melayu Riau dan anak Johor Jati saya tidak ada masalah dengan perlantikan Pak Huzrin. Secara peribadi pertemuan saya dengannya hanya beberapakali dan saya tidak nampak perwatakannya yang berbeza dari kami di Johor.

    Reply
  3. Firdaus

    apekah betul hanye persoalan itu yang mengganjal Huzrin? banyak raje melayu keturunannye orang jawe. Sultan Brunai aje ade hubungan dengan salah seorang walisongo di Jawe. pilih yang substansi aje. adat bersendikan syara’ syara’ bersendikan Kitabullah, Kitabullah tak ade menyoal suku. yang penting pembelaannya terhadap suatu kaum, ni Huzrin bele orang melayu, takkan beliau nak dibuang. lagian lua dalam Huzrin melayu

    Reply
  4. nirafdi

    orang melayu adalah orang yang tinggal diwilayah melayu dan bisa berbahasa melayu dan ada gunanya bagi anak keponakan orangmelayu.

    Reply
  5. Jebbon

    Untuk Saudara Ku PM Sitohang, saya sangat memaklumi jika anda berpandangan seperti itu, tapi saya menyarankan agar anda lebih jeli, teliti dan harus melakukan invetigasi atas masalah seperi yang anda sebutkan. Sekali lagi saya tidak menyalahkan anda dalam hal ini, mungkin keterbatasan saudara tentang perpolitikan di Kepulauan Riau semenjak Kepri menjadi provinsi. Masalah ini saya bagi dalam dua bagian, pertama :
    1.Mengapa Huzrin Hood menjadi ketua Among Mintro.
    Pada perhelatan pemilihan ketua Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau, Huzrin adalah salah satu kandidiat terkuat yang bakal memduduki Posisi orang nomor satu di Ranah Melayu ini, namun ternyata kepentingan Penguasa (gubernur pendatang) terhadap orang Melayu sangatlah tinggi. Huzrin Hood dianggap orang yang berbahaya jika menduduki organisasi penting di Bumi Melayu ini, pengaruh Huzrin sangat berbahaya jika belaiu bisa memegang salah satu organisasi orang-orang melayu,salah satu untuk “membunuh” pengaruh Huzrin, husrin harus di singkirkan dari seluruh organisasi yang berpengaruh di tengah masyarakat melayu. dan itu adalah Pekerjaan Ismet Adullah (gubernur pendatang, denngan uang ia menginterpensi pemilihan Ketua Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau. dan apa yang anda saksiskan sekarang Ketua Lembaga Adat Melayu sekarang tidak lebih dari BONEKA Ismet Abdullah (sang gubernur pendatang, melihat kenyataan ini, Huzrin menilayi ia sebagai orang melayu sudah tidak dihargai oleh sesama orang melayu.Untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat Kepulauan Riau dan selalu eksziz dalam membantu sesama Huzrin Hood memilih AMONG MITRO sebagai wadah perjuangan. Karena LAM sebagai perpanjangan tangan orang melayu sudah KERACUNAN penguasa.
    2.Batalnay pelantikan FSMKN di Penyengat
    Gagalnya pelantikan Huzrin Hood di penyengat sebagai Ketua FSMKN bukan akabit dari ditolaknya oleh raja-raja Riau Lingga atau Johor, namun nuansa politik dari penggagalan pelantikan itu lebih ketara.Kegagalan pelantikan itu akibat dari intervensi Gubernur (pendatang)Kepri memintak agar Huzrin Hood tidak dilantik di penyengat, Sang boneka Adul Razak ketua Lembaga Adat Melamon (bukan Melayu) bin penghianat melayu atas perintah Gubernur (pendatang )di kepulauan Riau menggagalkan pelantikan itu.

    NB.
    Untuk anda ketahui pekerjaan LAM sampai saat ini tidak lebih dari mengajukan proposal, kasian ye alih-alih nak mengayomi masyarakat Melayu yang ade………………….?

    salam perdamaian….

    Reply
  6. risman

    saya pikir !!! pak Huzir adalah orang yang berjiwa besar.
    jadi sepatasnya pak huzri harus menghargai leluhur kita ,bila pak huzrin merasa seorang bangsawan melayu sila pertahankan apa yang ada,namun bila bukan kenturunnya sila lepaskan.bijak berpikir santun berbuat

    Reply
  7. Bintang Radikal Baharsah

    kutipan: Akhirnya Huzrin Hood mengalah dan memindahkan tempat acara pelantikan tersebut ke sebuah hotel di Batam. Huzrin Hood juga membela diri bahwa dirinya diangkat menjadi Ketua FSMKN Kepulauan Riau atas restu zuriat Sultan Riau Lingga yang berkedudukan di Lingga. Dan dia menyatakan bahwa tujuannya menerima jabatan tersebut adalah untuk menegakkan marwah budaya Melayu dari gerusan arus zaman……

    bohoooong….besaaaaaaaar

    disatu sisi abangnye berpure-pure menegakkan marwah budaya Melayu dari gerusan arus zaman, sementara di pihak lain adiknye (Hoesnizar Hood) melecehkan orang-orang melayu dengan menerbitkan buku Berjudul “Orang Melayu Cuma Pintar Bicara”. disini Hosrin Hood mencobe untuk menegakkan budaye melayu, sementare adiknye saje die tidak bise hadapi agar tidak menghine dan “MELUDAHI” dan “MENGENCINGI” budaya melayu.

    bagai mane hosrin hood mampu memimpin melayu sebagai pemangku adat, sementare adik dan keluarge-keluarganye saje tidak dapat die pimpin. malah didukung

    saat ini HOESNIZAR HOOD maju sebagai caleg dari partai demokrat dapil bestari dan pasti didukung oleh abangnye hosrin hood, berarti hosrin hood mendukung orang yang telah “MELUDAHI” dan “MENGENCINGI” budaya melayu

    sudah lah HOsRIN HOOD nikmati saja hari tua yang sudah dekat ajal dan HOESNIZAR HOOD urusi temberang nya saja

    adik “TEMBERANG”, abang “TEMBERUNG”

    Reply
  8. bintang

    orang melayu cuma pintar bicara itu ternyata benar.

    pintar bersolek aja
    kalau keluarga hosrin hood ada yg bisa menjadi anggota dewan maka gawatlah kita.
    karena cuma pintar temberang

    Reply
  9. slebes

    perjuangan semakin hangat orang melayu mulai bingung pemimpin siape gerangan yang akan memimpin tanah betuah tanah melayu. wahai saudara ku yang ada ditanah melayu untuk senantiasa mendukung perjuangan yang sudah ada. tumbuh dan berkembang dan layu lagi untuk senantiasa tumbuh bagai kan bunga mawar harum semerbak dimana-mana perjuang bapak huzrin hood ada dimana-mana.

    Reply
  10. mbah sastro

    saudaraku mari kita bersatu untuk membangun bumi yang kita pijak ini, bumi ini suci dan bumi ini di pinjamkan Alloh untuk tempat kita mencari hidup di bumi ini dengan tenang,,,,sekarang bisa kita lihat,,apa yg di lakukan penguasa kita sekarang di bumi kepri ini,,,,tanah dinrosak, pulau di rombak,,,,uang rakyat di hamburkan untuk membangun gedung /kantor sementara di dalam pulau di pinggiran pantai masih ada saudara kita yang hari ini makan besok tak makan….pelan tapi pasti,,,,,uang kepri sudah penuh di rekening para penguasa walaupun hars pinjam rekening kawan atau relasi untuk menumpuk biar…tak ketahuan sama kpk…..tapi..mungkin juga saya juga berbuat sama seandainya ada kesempatan,,,,tapi yang jelas Hussrin hood harus jadi kepri1 ,dengan ridho Alloh saya berdo’a semuga Husrin hood amanah dan tetap mengedepankan rakyat kecil seperti saya untuk di perjuangkan,

    dulu sya mati2an waktu ismeth mau nyalek semua di janjikan mau di bantu masjid dan pesantren,,,tapi sudah 10thn masjid yg dia letakkan batu pertaman masih tetap batu yg terpasang bisa di lihat di kavling senjulung….nongsa…. batu pondasi itu hampir hancur,,seiring hancurnya penguasa yang banyak janji tapi di ingkarinya sendiri

    Reply
  11. suci kusumajati

    untk sahabat Q yang ada d sn km ingetkan wktu d masjid penyangat,meskipun jauh jangan lupa’in aq ya……..:-)))

    Reply
  12. Anton saputra

    Pak huzrin,trlepas melayu kah? Jawa kah? Toh,dia manusia spt kt.klu kt senang,pujilah sewjrnya.klu kt benci,knp hrs dhina?alih2 kt ungkit2 ttg klrgnya,mgkn kt lp..bahkan nabi nuh sj tdk brhsl menaklukn anak+istrinya ut briman.bhkan muhammad!tdk brhsl m’ajak paman nya pd iman yg bnr.inikan pl pak huzrin yg hny manusia spt kt..lg pl husnizar m’ungkap apa y sbnrnya trjd pd melayu scra kultural.sy kok mrsa,dg buku tsb kt diajak malu dan tahu diri dg realita kt sdri.dan brusaha mrubahnya..sudahlah, skli lg sy cm brhrp,mau huzrin kek,mau ismeth kek,mau si amat kek,smuanya bs m’jdkan p’bdaan sbgi tmn brfikir n m’jdkanya warna yg indah dlm kehdpn.bukankah thn m’cptkan pelangi dg brmcm wrna?dan itulah yg m’bwtnya indah..
    Betul-kah…(kan!)

    Reply
  13. sam

    semestinya tidak pantas tapi mengingat dia adalah orang asli tempatan (terlepas daripada suku dia dan keturunan dia)
    namun sebagai seorang RIAU asli semestinya menjaga jarak dengan perkumpulan among mitro karena itu merupakan wadah buat kaum jawa perantauan/pendatang, kalau keturunan jawa asli tempatan RIAU, bersama pelbagai kaum lainnya yang lahir dan besar di tanah air RIAU ini sudah tentu tak diragukan lagi ke-RIAU-annya

    Reply
  14. Zurmizan Bin Zurharnedi

    Jadi org usah lah tamak sngat,
    smue nkw nak hentam..
    Klau jawe tu tetap lah jawe..
    Umpama brung
    Klau tekukur t tetaplah tekukur,
    cube tahu malu siket,
    kami org melayu trjajah oleh manusia2 yg tak tahu malu..
    Manusie tamak,
    smue nkw nak hentam.
    Lpas tu org melayu nkw sepak & hina..
    q org melayu asli mengutuk slagi bangsa selain mlayu yg brlaku tamak di tanah melayu..

    Reply
  15. Syawal

    Yang namenye jawe ttap lah jawe..
    Bagi lah org melayu yg pegang,
    kalau org mlayu sokong Huzrin it ad lah melayu yg tak ad pikiran,
    org melayu bnyak yg tak sedarkan diri,
    sadarlah bdak2 melayu..
    Khusus suku2 laen slain org asli & melayu nkw sadar dri lah,
    nkw cume numpang kat negeri Riau kami..

    Reply
  16. Raden nurul jannah

    Pak huzrin ,, kami masyarakat serte mahasiswa kabupaten karimun mendukong bapak sratos persen… Bapak pejuang kepri ,, pahlawan melayu…
    Yg komen menjatuhkan bapak tuu orang yg tak sdar diri… Kalau bukan karne prjuangan pak huzrin mike orang semue masi jadi orang yg dtindas oleh orang riau daratan… Salam masyarakat kabupaten karimun…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s